Tak Ada Unsur Teror, Paket Meledak di Asrama Polisi Sukoharjo Akibat Kelalaian
POTRET BERITA — Polisi terus mendalami insiden paket yang meledak di Asrama Polisi Grogol Indah, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (25/9) malam.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Ahmad Luthfi mengungkapkan, tim penjinak bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Jateng menemukan bubuk hitam yang diduga bahan petasan.

Setidaknya ada sebanyak 2 kantong plastik ukuran 1 ons, 4 bungkus plastik kosong, dan sisanya residu. Tak hanya itu, mereka juga menemukan sumbu petasan.
“Jadi tim Tim Jibom menemukan bubuk hitam diduga bahan petasan sebanyak 2 kantong plastik ukuran 1 ons, dan 4 plastik kosong dan ada residu. Ada pula ucang, ucang itu sumbu petasan,” ungkap Luthfi saat rilis kejadian kepada wartawan, Sukoharjo, Minggu Malam.
Luthfi juga menegaskan, jika ledakan di Sukoharjo yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB tersebut tidak ada kaitannya dengan teror, namun karena kelalaian anggota.
Paket hasil razia polisi

Diketahui, paket berisi bahan peledak tersebut dipesan dari sebuah CV di Indramayu, Jawa Barat, untuk mengusir tikus di Klaten, Jawa Tengah, pada April lalu.
Belakangan diketahui, paket itu terkena razia anggota kepolisian. Di mana satu dari pelaksana operasi razia saat itu merupakan polisi yang menjadi korban luka ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo tersebut.
“Benar anggota kita yang jadi korban pernah melakukan razia satu tahun yang lalu terkait paket pesanan online namanya bubuk hitam yang diduga petasan yang di CV itu disebutkan untuk sebagai bahan pengusir tikus di wilayah Klaten. Artinya saya pastikan, ledakan di Sukoharjo tidak ada unsur teror hanya diduga kelalaian anggota,” jelas Luthfi.
Dia mengatakan, anggota yang jadi korban ledakan itu akan diperiksa dengan dugaan kelalaiannya oleh tim usai yang bersangkutan pulih.
“Korban mengalami luka bakar 70 persen di tubuhnya, ada luka terbuka di bagian kaki. Sebentar lagi akan saya cek ke Rumah Sakit,” kata Luthfi.
CV yang mengirim paket tersebut, yakni S, kini sudah diamankan untuk diperiksa di Polres Indramayu. Sementara itu, A selaku penerima paket juga sudah diamankan di Polresta Surakarta.
Dipastikan oleh Luthfi, jika malam ini proses penyelidikan akan dituntaskan dan seger dilakukan perilisan lengkap. Kemudian akan kembali disampaikan pada besok Senin (26/9) siang.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Al Qudussy mengungkapkan, ada satu korban dalam ledakan tersebut yaitu seorang polisi dengan identitas Bripka Dirgantara Pradipta.
“Korban sudah dilarikan ke rumah sakit yang selanjutnya dirujuk ke RS Moewardi Solo,” katanya, Minggu malam sebagaimana dikutip dari Antara.
